| Algeria | Azerbaijan | Bahrain | Bangladesh | Brunei Darussalam | Burkina Faso | Cameroon | Chad | Djibouti | Egypt | Gambia | Guinea | Guyana | Indonesia | Iran | Iraq | Jordan | Kuwait | Lebanon | Libya | Maladewa | Malaysia | Marocco | Mauritania | Mozambique | Nigeria | Oman | Pakistan | Palestine | Pantai Gading (Côte d'Ivoire) | Qatar | Saudi Arabia | Senegal | Somalia | Sudan | Suriah | Tajikistan | Togo | Tunisia | Turkey | Turkmenistan | Uganda | Uni Emirat Arab (UEA) | Yaman |
Follow all updated of Journal FIFA World Cup 2014-Brazil.

JOURNAL ISLAMIC SOLIDARITY GAMES 2013

25 Sept 2013

Gerakan Kompak Jadi Kunci Kata Beregu Putra Raih Emas

INDONESIA UPDATED. Pada hari kedua penyelenggaraan cabang olahraga karate 3rd Islamic Solidarity Games 2013 di Palembang, kontingen Indonesia meraih hasil positif. Sebanyak tiga medali masing-masing satu emas dan dua perunggu diraih karateka Merah Putih.

Medali emas diraih kata beregu putra yang terdiri dari Fidelys Lolobua, Faizal Zainuddin dan Aswar. Mereka melaju ke babak final setelah mengalahkan Qatar dengan skor 5-0 dan Uni Emirat Arab (5-0). Setelah menundukkan Mesir (3-2), regu Indonesia melaju ke final sebagai juara pool A. Bertemu Kuwait di final, Indonesia menang telak 5-0.

Sementara di kata putri, regu Indonesia yang bermaterikan Ayu Rahmawati, Siti Maryam, dan Eva Fitriani Setiawati harus puas dengan raihan medali perunggu. Meski telah mengeluarkan kemampuan terbaik, namun faktor keberuntungan yang belum berpihak membuat asa mereka menembus partai final kandas.

Pelatih karate Indonesia Omita Olga Ompi menilai penampilan regu kata putra kemarin sangat baik. Sehingga hal itu pantas diganjar medali emas ISG kali ini. Kekompakan yang semakin matang ditunjukkan trio karateka andalan Indonesia itu. 
''Gerakan mereka semakin matang dan kompak. Dukungan masyarakat yang menonton langsung di venue karate merupakan suntikan moral yang sangat berharga menumbuhkan semangat bertanding para atlet,” ujar Omita.

Sementara untuk hasil di kata putri, Omita menyatakan, medali perunggu yang didapat regu putri hanya karena faktor keberuntungan saja. Kalah 2-3 dari Aljazair bukan berarti penampilan Indonesia buruk. Omita melihat, penampilan trio karateka putri Indonesia sudah baik. Hanya saja menurutnya terkadang penilaian dari wasit bisa berbeda dengan penilaian penonton. ''Saya menilai regu putri hanya kurang beruntung saja,” tegas Omita.

Ayu Rahmawati mewakili kedua rekannya menyatakan, awalnya mereka mematok target medali emas di ISG kali ini atau minimal target yang harus diraih lolos ke final. Akan tetapi kalah di semifinal dari Aljazair dan hanya meraih perunggu juga bukan hal yang buruk. “Kami sudah berupaya tampil bagus. Bahkan skornya (kalah) juga tipis. Puas gak puaslah,” kata karateka kelahiran 12 September 1988 itu. 

Satu medali perunggu lainnya diperoleh karateka Imam Tauhid Ragananda yang turun di kumite perorangan -55 kg. Imam sebenarnya kalah di laga pertamanya dari karateka Maroko Taoussi Mohammed dengan skor 2-7. Akan tetapi karena Taoussi melaju ke babak final, Imam mendapat kesempatan merebut medali perunggu.

Kesempatan itu tidak disia-siakan Imam dengan mengalahkan karateka Sudan Abdalla Salaheldin Ibrahim Ahmed dengan skor telak 8-0. Kemudian Imam juga sukses menundukkan Kunasilan Lakanathan dari Malaysia dengan skor 6-0.

Hingga pertandingan kemarin sore, di cabang olahraga karate, kontingen Mesir masih memimpin
klasemen sementara dengan 5 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. Di peringkat kedua ada Iran yang meraih 3 emas, 4 perak dan 2 perunggu. Sementara Indonesia naik ke posisi 7 dengan raihan 1 emas dan 6 perunggu.
Comments
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...